Rabu, 12 Januari 2011

Sebuah Kesombongan

Terkadang kita sering mengabaikan akan diri kita sendiri, tanpa memperhatikan apakah ia membutuhkan istirahat, pemanjaan diri, atau yang lainya. kita lupa bahwa tubuh ini juga memiliki hak untuk dimanjakan, dilayani, diistirahatkan dll. tapi terkadang bukan juga karena kita memaksakan diri, namun karena dealine yang menghendaki sehingga kita sering melupakan batas diri kita.

Indikator bahwa tubuh membutuhkan istirahat, pemanjaan dll, biasanya muncul dengan sendirinya, namun acapkali kita dengan sombongny mengabaikan akn hal tersebut. Kita malah dengan sombongnya dan seolah tak merasa kasihan kepadanya terus memaksanya bekerja dan terus bekerja.

Indikator berikutnya muncul kembali, kali ini ia benar- benar membutuhkan akan istirahat. Namun skali lagi trus kita sering mencoba memaksanya, sampai pada suatu saat kit benar- benar tidak bisa lagi memaksa tubuh ini untuk ikut bekerja bersma kita lagi alias ambruk.

Sebuah kesombongan jika kita mengabaikan akan isyarat- isyarat tubuh, ketika ia meminta untuk rehat sejenak sekedar menenggak seteguk air, atau menghela nafas sejenak saja. karena bearti kita telah merampas akan hak tubuh kita yaitu hak untuk istirahat.

kita baru merasakan kerugian bsar manakala ia si tubuh benar- benar mogok tidak mau lagi diajak bekerja, barulah kita menyadari betapa bersalahnya kita telah memporsir si tubuh dalam segudang aktivitas kita. barulah kita mencari- cari sebab, memberikan obat, dll. sementara si tubuh tidak bisa seketika itu saja kembali kepada kesehatannya seperti sediakala.

Terima kasih Tipes Januai 2011, aku belajar banyak dari kamu tahun ini. Terima kasih Yaa Allah KAU ingatkan aku dengan mahkluk-MU yang satu ini ..... periharalah Aku agar selalu istiqomah dalam Agamamu. amiiin

Jumat, 29 Oktober 2010

Mbah Marijan

Belajar Dari Kepergian Mbah Marijan

Mbah Marijan telah pergi, bersama perginya abu- abu merapi. Banyak kesan juga komentar mengiringi kepulangan Mbah Marijan si Juru Kunci Merapi. Ada yang merasa kehilangan, ada yang menyayangkan akan kepergiannya, ada yang bertanya- tanya dan masih banyak lagi kesan lainnya.

Ada yang mengatakan seandainya Mbah Marijan ikut mengungsi, maka kematian tidak akan menjemputnya, ada juga yang berkata itu semua takdir, ikut mengungsi atau tidak jika sudah tiba ajalnya, maka akan mati juga.Memang mati adalah hak preogatipnya Allah SWT, tidak ada yang bisa mengakhirkannya, juga tak ada yang mampu mendahulukannya. Semua itu berjalan sesuai ketentuan Allah SWT.

Merapi dan Mbah Marijan kini telah berpisah, Mbah Marijan kembali kepada Penciptanya, merapi juga kembali kepada ketentuan penciptanya. Mbah Marijan akan memetik apa yang dia tanam selama ia hidup baik ketika menjadi juru kunci merapi atau ketika sebelum menjadi juru kunci merapi.

Mbah Marijan adalah Mbah Marijan, Mbah Marijan yang "roso", mbah Marijan yang kuat, Mbah Marijan yang pintar, tapi jangan lupa Mbah Marijan adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan, kelemahan dihadapan Allah SWT. Begitu juga kita semua adalah makhluknya yang sangat butuh akan belas kasih-NYA, pertolonngan-NYA, dan juga penjagaan-NYA.

Selamat jalan Mbah Marijan .... semoga Amal ibadahmu diterima Allah SWT.

Minggu, 10 Oktober 2010

Dahsyatnya Dampak Dosa dan Maksiat

Ibnul qayyim al- Jauziyyah dalam kitabnya yang menakjubkan dan sarat dengan ilmu yang berguna berjudul " Ad- Daa-u wad Dawaa' :" satu hal yang mesti diketahui ; perbuatan dosa pasti menimbulkan mudharat (kerusakan). bahayanya terhadap hati sama seperti bahaya racun terhadap tubuh menurut tingkatan mudharat yang ditimbulkannya.

Bukankah setiap keburukan dan penyakit di dunia dan di akhirat penyebabnya adalah dosa dan maksiat ?

Bukankah dosa dan maksiat yang membuat iblis diusir dari kerajaan langit, dicampakkan, dilaknat, dikutuk lahir batin, dirubah bentuknya menjadi seburuk- buruk dan sekeji- keji bentuk, batinnya lebih buruk dan lebih keji dari bentuk lahiriyahnya, dijauhkan dari Allah SWT padahal sebelumnya ia didekatkan kepada-NYA, rahmat berganti menjadi laknat, rupanya yang elok berganti menjadi rupa yang buruk, jannah (surga) berganti menjadi neraka yang menyala- nyala, keimanan berganti menjadi kekufuran, menjadi musuh turun temurun dan paling menentang padahal sebelumnya ia adalah wali al waliy al hamiid, gemuruh tasbih, taqdis dan tahil berubah menjadi syirik, kebohongan, kepalsuan, dan kekejian, pakaian keimanan berubah menjadi pakaian kekufuran, kefasikan dan kedurhakaan.

Menjadi hina dina kedudukannya disisi Allah dan menjadi rendah serendah- rendahnya dalam pandangan Allah SWT. iblispun berhak menerima kemarahan Allah dan melemparkannya ketempat yang hina. memurkainya semurka- murkanya dan menghinakannya. jadilah iblis menjadi pemimpin setiap orang yang fasik lagi berdosa. ia merasa puas dengan kedudukan itu, padahal sebelumnya ia menduduki kursi "ubudiyyah (ketaatan) dan siyadah (kepemimpinan). berlindunglah kepada Allah dan memohon kepada-NYA agar engkau tidak menyelisihi perintah-NYA dan tidak mengerjakan larangan-NYA.

Dikutip dari Ensiklopedia Larangan Menurut Al- Qur'an dan As- Sunnah, syaikh Salim bin 'Ied Al- Hilali, Jilid 1, Hal. 4

Jumat, 18 Juni 2010

Berjiwa Besar

Indahnya Ujian

Ujian adalah salah satu cara Allah SWT untuk mengetahui mana hamba-NYA yang benar- benar beriman dan mana yang tidak. hidup ini tidak akan pernah sepi dengan apa yang namanya ujian, karena adanya ujian itulah hidup menjadi lebih berarti, hidup menjadi lebih bermakna. dengan ujian manusia bisa naik derajatnya setinggi- tingginya dan dengan ujian pula manusia bisa turun derajatnya serendah- rendahnya.

Sudah sepantasnya bagi kita umat islam, untuk berjiwa besar manakala Allah SWT menguji kita baik dengan hal- hal yang menyenangkan ataupun dengan hal- hal yang tidak menyenangkan. oleh karenanya kepekaan harus kita miliki untuk bisa mendeteksi apakah yang kita terima itu sebuah ujian atau sebuah teguran, kapan kita harus bersabar dan kapan pula kita harus bersyukur.

Syukur dan sabar haruslah selalu ada dalam diri setiap Muslim. gunakan syukur ketika Allah SWT memberi kita suatu nikmat atau dihindarkan dari bencana, dan pakailah sabar untuk menghadapi ujian atau bencana yang menimpa kita. keseimbangan antara syukur dan sabar akan memunculkan sesuatu yang ajaib, yakni kita tidak akan pernah goyah sedahsyat apapun bencana datang menerpa kita, lihatlah burung yang dua sayapnya berfungsi dengan baik, ia mampu terbang dengan sempurna walaupun angin meniupnya dengan kencang. dua sayap burung itu adalah syukur dan sabar. ketika syukur dan sabar berfungsi dengan baik, maka kitpun akan tahan terhadap segala angin cobaan.

Yaa Allah anugerahkan kepada kami syukur yang selalu berdampingan dengan sabar, amiiin....

Senin, 03 Mei 2010

Untuk Ibu

Surat Untuk Ibu

Ibu, maafkan aku
Tahun ini aku tidak lulus ujian
Aku sudah berusaha dengan sungguh- sungguh loh bu
Tapi Allah menghendaki Aku tidak lulus bu

Ibu, tidak marah kan?
Aku ingin sekali membahagiankan ibu
Aku tidak lulus bukan berarti tidak ingin membahagiankan ibu
Aku akan mencoba lagi tanggal 10 mei bu
Do'akan selalu anakmu ya bu

Ibu, aku mengagumimu
Aku ingin menggantikan posisimu ibu
Beri aku semangat, nasihat dan dukungan
Biar ibu istirahat saja dirumah
Biasr aku yang menggantikan ibu mencari uang

Ibu, Aku ingin seperti ibu
sekolah tidak tinggi namun baktimu tak bertepi
kasihmu sepanjang jaman
sayangmu tak tergantikan
perjuanganmu tak mungkin terbalaskan

Ibu, aku ingi selalu bersama ibu
semoga kejadian ini tidak menjadi jarak diantara kita ya bu
semoga ibu tetap sayang sama aku ya bu
semoga ibu tetap bangga pada anakmu ini ya bu
semoga ibu tidak merasa bosan kepadaku
karena aku ingin selalu bersma ibu

Bersabar

Sabar Itu Indah

Memang tidak semudah kita membalikkan telapak tangan. Sabar mudah diucapkan tapi sulit sekali dilakukan. mudah dinasehatkan , namun ketika ujian itu menimpa kita, jangan- jangan kita juga tidak sabar.

Sabar tidak ada batasnya
Jika ada orang yang mengatakan bahwa kesabaran saya sudah habis, berarti orang tersebut sedikit sekali memiliki kesabaran, buktinya menghadapi masalah itu saja sudah habis, padahal dia belum tahu ujian apa yang akan Allah berikan berikutnya sementara kesabaran yang ia miliki telah habis. jadi kesabaran itu tidak ada batasnya seperti yang dicontohkan oleh teladan kita Rasulullah Muhammad saw. Bagaimana beliau ketika melewati sebuah rumah ketika hendak pergi kemasjid beliau selalu diludahi oleh Yahudi. ketika tidak ada lagi yang meludahi beliau bertanya : "kemana orang yang sering meludahi saya?" ternyata situkang ludah sakit, dan beliau adalah orang yang pertama menjenguk situkang ludah tersebut.

Ketika sedang solat, Rasulullah saw diletakkan kotoran onta diatas kepalanya, kemudian Fatimah (putri beliau) membersihkannya, dan beliau meneruskan sholatnya.Ketika Rasulullah saw berdakwah di Thoif, beliau dilempari batu, dan berdarah- darah sekujur tubuhnya. lalu datang kepadanya Malaikat penjaga gunung dan menawarkan akan menimpakan gunung tersebut kepada penduduk Thoif, namun apa jawab Rasulullah saw :"maafkanlah mereka, sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui"

Dan masih banyak kisah telada lainnya yang jika kita baca memang kesabaran itu tidak ada batasnya. MAri kita latih kesabaran kita agar sampai pada kesabaran yang tidak ada batasnya. semoga ....

Tidak Lulus

Andai Aku Tidak Lulus

Bismillahirrohmanirrohim

Andai aku tidak lulus ujian
Aku ingin tetap bersabar
Bersemangat seperti sebelumnya
Ceria seperti apa adanya

Andai aku tidak lulus ujian
Aku ingin tetap dengan cita- citaku
Memberikan kebanggaan kepada Ortuku
Memberikan teladan kepada adik- adikku

Andai aku tidak lulus ujian
Aku ingin tetap beriman
Aku ingin tetap ikhlas
Aku ingintetap nerima
Aku ingin tetap tersenyum

Andai aku tidak lulus ujian
Bantu aku tetap tersenyum
Bantu aku tetap sabar
Bantu tetap optimis

Andai aku tidak lulus ujian
Bimbing aku tetap semangat
Bimbing aku tetap optimis
Bimbing aku tetap lurus

Andai aku tidak lulus ujian
Andai aku tetap bersabar
Andai aku tetap optimis
Andai aku tetap tersenyum